WISUDA AKBAR & MILAD KE 15 DAARUL QUR’AN SURAKARTA

Surakarta (DQS) mewisuda 193 santri SMP dan SMA di Gedung Wanita Surakarta, Sabtu (10/6/2023).

Dari jumlah tersebut, 25 santri di antaranya hafizh dan hafizhah 30 juz, 10 santri hafizh 20 juz, 42 santri hafizh 15 juz, sebanyak 49 santri hafizh 10 juz, sebanyak 52 santri hafizh 5 juz dan 8 santri hafizh 5 juz.

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta merupakan pondok pesantren yang memadukan program Tahfizh Qur’an, Pendidikan Formal SMP Skillfull Oriented, serta Tarbiyah.

Bernafaskan Ahlusunnah wal Jamaah Asy’ariyyah , berfiqih mengikuti empat mazhab fiqih yakni Mazhab Syafii, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dan Mazhab Hambali.

Kegiatan ini diawali dengan kirab dilanjutkan pembacaan parade murotal menggunakan bacaan qiro’ah sab’ah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hymne Daarul Qur’an.

Sebelum dilakukan prosesi wisuda kelulusan dan wisuda tahfizh dilakukan khataman Al Quran oleh wisudawan Tahfiz dari surat Al Fiil ke surat Annas.

Wisuda akbar ini dihadiri sejumlah pejabat, seperti Kepala Baznas Karanganyar, Sugiyarso, Kepala Baznas Solo, Muhamad Qoyim hingga perwakilan Kanwil Jawa Tengah.

Ketua Yayasan Daarul Qur’an Surakarta, H.M Adib Ajiputra mengatakan wisuda akbar ini dibarengi dengan milad ke-15 pesantren.

Kepada anak-anak didiknya, Adib bercita-cita akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang akan tersebar ke seluruh Indonesia bahkan dunia.

Adib melanjutkan lulusan Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta berbobot. Terbukti dengan angkatan ketiga DQS yang lolos seleksi menjadi imam besar di Uni Emirat Arab Abu Dhabi yang akan menjadi imam besar di sana.

“Ini membuktikan santri-santri kita sangat berkualitas dan ini sangat membahagiakan kita semua. Termasuk ustadz Hidayat yang menjadi lulusan terbaik di Yaman inilah cita-cita kita untuk melahirkan generasi-generasi pemimpin masa,” harapnya.

Adib mengaku santri-santrinya tidak hanya dari wilayah Soloraya, namun hingga tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia. Santrinya ada yang dari Amerika Serikat hingga Jepang.

“Santri kita tersebar ke seluruh Indonesia, memang paling banyak di Pulau Jawa. Tapi ada dari semua pulau ada Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Papua bahkan juga luar negeri ada yang dari Jepang dan dari Amerika Serikat,” kata Adib.

Ia melanjutkan orangtuanya santrinya kebetulan orang Indonesia, tetapi sudah berdomisili di Jepang dan di Amerika Serikat

Info Lengkap Kunjungi Link DISINI