Pengumuman

47 ASATIDZ DAARUL QUR’AN LOLOS SANADISASI, RAIH SANAD KITAB NAHWU DAN FIKIH SYAFI‘I DIBAWAH BIMBINGAN KH. MUSTAIN NASOHA

SURAKARTA — Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta menyelenggarakan Sanadisasi Kitab Jurumiyyah dan Safinatun Najah bagi para asatidz dan asatidzah, Sabtu, 22 Agustus 2026, di Aula Gedung Ismail Pesantren DQS. Kegiatan yang diikuti oleh 47 asatidz dari pondok putra dan putri tersebut menghadirkan Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, Koordinator PIMDA sebagai narasumber sekaligus pemberi sanad. Program ini dirancang sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik para pengajar melalui pembacaan kitab secara sistematis, proses talaqqi, pendalaman metodologis, serta kesinambungan transmisi keilmuan yang memiliki jalur sanad yang jelas. Dalam kajian Kitab Jurumiyyah, Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha menyampaikan penjelasan secara luas, analitis, dan terperinci. Pembacaan teks dilakukan dengan metode pemaknaan khas pesantren “utawi-iki-iku”, sebagaimana tradisi pengajian yang beliau peroleh ketika menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Pembahasan tidak berhenti pada teks matan Jurumiyyah, tetapi dikembangkan melalui rujukan terhadap berbagai syarah besar dalam disiplin ilmu nahwu. Setiap kaidah dijelaskan dari aspek definisi, struktur gramatikal, contoh penerapan, pengecualian, relasi antarbab, serta implikasinya terhadap pemahaman teks Arab. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Jurumiyyah, meskipun tergolong kitab dasar dan ringkas, memiliki konstruksi keilmuan yang luas. Satu redaksi dapat dijelaskan melalui perspektif syarah, hasyiyah, analisis i‘rab, fungsi ‘amil, serta hubungan sintaksis antarlafaz. Dengan demikian, pembelajaran nahwu tidak hanya berorientasi pada hafalan kaidah, tetapi diarahkan pada kemampuan membaca, menganalisis, dan memahami teks turats secara presisi. Dalam kajian Safinatun Najah, pembahasan juga dikembangkan secara mendalam melalui penjelasan berbagai persoalan fikih dan khilaf para ulama. Salah satu fokus penting adalah pemaparan mengenai perbedaan pendapat antara Ibnu Hajar Al-Haitami dan Syamsuddin Ar-Ramli, dua otoritas penting dalam proses tarjih dan penentuan pendapat mu‘tamād dalam Mazhab Syafi‘i pada periode muta’akhkhirin. Ibnu Hajar Al-Haitami dikenal melalui karya Tuhfatul Muhtaj, sedangkan Syamsuddin Ar-Ramli melalui Nihayatul Muhtaj. Kedua karya tersebut menempati posisi penting dalam tradisi fikih Syafi‘iyyah. Pembahasan terhadap perbedaan pendapat keduanya disampaikan secara rinci untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai struktur argumentasi hukum, hierarki pendapat, mekanisme tarjih, dan konstruksi otoritas dalam Mazhab Syafi‘i. Model pembelajaran tersebut menegaskan bahwa kompetensi seorang pengajar fikih tidak cukup hanya pada kemampuan menyampaikan kesimpulan hukum. Pengajar juga dituntut memahami sumber argumentasi, ragam pendapat para fuqaha, serta posisi suatu pendapat dalam struktur mazhab. Ketua Yayasan, Drs. Adib Aji Putra, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sanadisasi dinilai sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas akademik para pengajar sekaligus sebagai upaya menjaga kesinambungan tradisi intelektual pesantren. Setelah seluruh rangkaian kajian selesai, Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha menyerahkan ijazah dan sanad tertulis kepada para peserta. Pemberian sanad tersebut mengikuti tradisi transmisi keilmuan sebagaimana yang beliau terima dari para guru ketika menempuh pendidikan dan mengaji di berbagai pesantren. Dalam perspektif tradisi keilmuan pesantren, sanad tidak hanya berfungsi sebagai bukti administratif, tetapi merupakan bentuk otorisasi akademik dan kesinambungan transmisi ilmu dari guru kepada murid melalui proses belajar, pembacaan, pemahaman, dan talaqqi. Sanad sekaligus membawa tanggung jawab ilmiah dan moral bagi penerimanya untuk menjaga akurasi ilmu serta meneruskannya secara benar kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta meneguhkan komitmennya dalam membangun kualitas pengajar yang memiliki fondasi keilmuan yang kuat, kemampuan membaca kitab secara metodologis, pemahaman terhadap dinamika khilaf fikih, serta sanad keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun tradisional. Sanad bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen kesinambungan ilmu, metodologi, otoritas akademik, dan adab dalam tradisi intelektual pesantren.  

47 ASATIDZ DAARUL QUR’AN LOLOS SANADISASI, RAIH SANAD KITAB NAHWU DAN FIKIH SYAFI‘I DIBAWAH BIMBINGAN KH. MUSTAIN NASOHA Read More »

KH. AM. MUSTAIN NASOHA, PIMDA DQS SURAKARTA TERBITKAN 18 KITAB BERBAHASA ARAB DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU

SURAKARTA — Di tengah padatnya aktivitas mengasuh pesantren, membina umat, mengajar, berdakwah, serta menjalankan berbagai amanah keagamaan dan kelembagaan, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha ini menunjukkan bahwa tradisi besar ulama Nusantara dalam menulis kitab tetap hidup dan berkembang di tengah zaman modern. Pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun, ulama asal Surakarta ini sampai Agustus 2026 telah menghasilkan sedikitnya 18 karya keislaman berbahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu, dan masih terus berkarya demi memberikan manfaat kepada masyarakat dan memberi sumbangsih dalam keilmuan Islam. Sebuah capaian yang tidak sederhana, karena menulis kitab berbahasa Arab menuntut keluasan literatur, ketelitian ilmiah, kemampuan bahasa, kedalaman penguasaan turats, serta ketekunan yang panjang. Produktivitas tersebut menjadikan Dr. KH. AM. Mustain Nasoha sebagai salah satu figur ulama muda yang menarik perhatian dalam tradisi intelektual pesantren. Ia tidak hanya aktif menyampaikan ilmu melalui pengajian dan forum keagamaan, tetapi juga berusaha mengabadikannya dalam bentuk karya tulis yang dapat dibaca, dikaji, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Saat ini, Dr. KH. AM. Mustain Nasoha mengemban sejumlah amanah penting, antara lain sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Surakarta dan Ketua Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I) Kota Surakarta. Keluasan keilmuannya tampak dari tema karya yang tidak berhenti pada satu bidang. Ia menulis mulai dari ushul fikih, fikih, fikih perbandingan empat mazhab, nahwu, i‘rab, qira’at, hadis, musthalah hadis, Ulumul Qur’an, tafsir, tauhid, adab, munakahat, zakat, haji dan umrah, sejarah ulama, hingga sastra dan tradisi keislaman. Berikut 18 judul Kitab berbahasa Arab yang telah ditulis Dr. KH. AM. Mustain Nasoha: Rawḍ al-Badī‘ fī Ikhtilāfāt al-Uṣūl bayna al-Madhāhib al-Arba‘ah — membahas Ushul Fikih Empat Mazhab, setebal 115 halaman. Tuḥfat al-Rāghib fī Sharḥ al-Taqrīb — karya dalam bidang fikih, setebal 518 halaman. Mishkāt al-Fakhriyyah fī Anwār Ḥayāt al-Shaykh Fakhr al-Rāzī — karya manaqib tentang KH. Fakhrurrozi Mikdhol, setebal 143 halaman. Kashf al-Masālik fī I‘rāb Alfiyyah Ibn Mālik — membahas i‘rab, bahasa Arab, dan ilmu nahwu, setebal 717 halaman. Durrah al-Nājiyah Sharḥ al-Ājurūmiyyah — syarah dalam bidang ilmu nahwu, setebal 160 halaman. Durrorun Nafīsah fī Tarjamah al-Awliyā’ al-Tis‘ah — membahas sejarah dan biografi Wali Songo, setebal 88 halaman. Sirāj al-Kalām Sharḥ ‘Aqīdah al-‘Awām — membahas aqidah dan tauhid, setebal 121 halaman. Minhāj al-Bahjah Sharḥ al-Safīnah — karya dalam bidang fikih, setebal 261 halaman. Qanādīl al-Hidāyah fī Sharḥ al-Arba‘īn al-Nawawiyyah — karya dalam bidang hadis, berupa syarah atas al-Arba‘īn al-Nawawiyyah. Taḥrīr al-Qirā’āt Sharḥ al-Shāṭibiyyah — karya dalam bidang ilmu qira’at, terdiri atas 6 jilid dengan total 1.535 halaman. Nuzhat al-Fikriyyah fī Sharḥ al-Baiquniyyah — membahas musthalah hadis, setebal 45 halaman. Asrār al-Qur’ān fī Sharḥ Faḍā’il al-Qur’ān — membahas Ulumul Qur’an dan keutamaan Al-Qur’an, setebal 150 halaman. Zād al-Muta‘allim fī Sharḥ Ta‘līm al-Muta‘allim — membahas adab, pendidikan, dan etika penuntut ilmu, setebal 212 halaman. Tuḥfat al-‘Arūsain fī Adillatin Nikāḥ wa Ḥuqūqiz-Zaujain — membahas fikih munakahat, dalil-dalil pernikahan, serta hak dan kewajiban suami-istri, setebal 230 halaman. Minhāj al-Ḥaramain fī Fiqh al-Ḥajj wa al-‘Umrah ‘alā al-Madhāhib al-Arba‘ah — membahas fikih haji dan umrah berdasarkan empat mazhab, setebal 115 halaman. Baṣā’ir al-Ākhirah fī Tafsīr Sūrat al-Wāqi‘ah — karya tafsir Surah Al-Waqi‘ah, setebal 76 halaman. Basyā’irus-Sa‘ādati fī Sharḥi Qaṣīdatil-Burdah — syarah atas Qasidah Burdah, setebal 160 halaman. Tuḥfat al-Muzakkīn fī Aḥkām al-Zakāh ‘alā al-Madhāhib al-Arba‘ah — membahas fikih zakat menurut empat mazhab, setebal 170 halaman. Delapan belas karya berbahasa Arab yang ditulis Dr. KH. AM. Mustain Nasoha menjadi bukti kuat bahwa tradisi kepengarangan ulama pesantren di Surakarta tetap hidup dan berkembang. Produktivitas tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya sebagai Mushohhih LBM PCNU Surakarta serta Pengurus LPBH PWNU Jawa Tengah. Keterlibatannya dalam Bahtsul Masail semakin memperkuat karakter keilmuannya, karena menuntut ketekunan membaca kitab turats, menelusuri dalil, memahami khilaf para fuqaha, serta menjawab persoalan keagamaan kontemporer dengan pendekatan yang mendalam dan bertanggung jawab. 18 karya kitab berbahasa Arab di tengah kesibukan mengasuh pesantren, menjadi akademisi perguruan tinggi, berdakwah, mengajar, berorganisasi, dan melayani umat, Kyai Mustain Nasoha layak dipandang sebagai kyai muda teladan, panutan generasi santri, sekaligus pencerah bagi masa depan Islam. Kiprahnya menunjukkan bahwa seorang ulama tidak hanya dituntut mampu membaca dan mengajarkan kitab, tetapi juga meneliti, menulis, menyusun syarah, mengembangkan khazanah keilmuan, dan meninggalkan warisan intelektual bagi generasi berikutnya. Dari Surakarta, Dr. KH. AM. Mustain Nasoha terus mengaji, mengajar, berdakwah, dan menulis. Melalui karya-karyanya, ia hadir sebagai sosok ulama muda yang menjaga tradisi, mencerdaskan umat, menginspirasi santri, dan menjadi salah satu harapan bagi masa depan keilmuan Islam di Indonesia. Untuk masyarakat, santri, akademisi, maupun pemerhati khazanah keislaman yang ingin memiliki, mengkaji, atau memesan karya-karya Dr. KH. AM. Mustain Nasoha, pemesanan kitab dapat dilakukan melalui: Admin Yayasan Raudlatul Muhibbin melalui WhatsApp: 085134477477. Semoga hadirnya karya-karya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga khazanah keilmuan Islam, menghidupkan tradisi membaca dan menulis kitab, serta mewariskan ilmu yang bermanfaat dari generasi ke generasi.

KH. AM. MUSTAIN NASOHA, PIMDA DQS SURAKARTA TERBITKAN 18 KITAB BERBAHASA ARAB DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU Read More »

Dr. KH. AM Mustain Nasoha di Masjid Agung Surakarta Bedah Konsep Muroqobah dan Ma’rifatullah

SURAKARTA — Kajian rutin Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali di Masjid Agung Surakarta kembali menyedot perhatian masyarakat. Dalam pengajian tersebut, PIMDA Daarul Qur’an Surakarta Dr. KH. Ahmad Muhammad Mustain Nasoha, mengupas tuntas konsep muroqobah dan ma’rifatullah. Kiai Mustain menjelaskan bahwa muroqobah merupakan tahapan spiritual (maqām) penting bagi seorang hamba. Secara istilah, muroqobah adalah kesadaran batin mendalam bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi dan mengetahui seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari tindakan lahiriah, niat, hingga gejolak batin yang paling tersembunyi. Kesadaran inilah yang menjadi fondasi utama penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs) dan pembentukan karakter seorang muslim. Menariknya, pengajian yang disiarkan langsung melalui kanal resmi Masjid Agung Surakarta ini telah berjalan konsisten selama delapan tahun. Digelar setiap Sabtu malam Ahad ganjil, pembahasan teks tidak hanya berfokus pada kitab induk Ihya’ Ulumuddin, tetapi juga diperdalam menggunakan kitab syarah Ithaf al-Sadah al-Muttaqin karya Imam Sayyid Murtadha Al-Zabidi. Pendekatan komprehensif ini menggabungkan dalil Al-Qur’an, hadis, atsar salaf, hingga analisis filosofis untuk memperkaya pemahaman jamaah. Beliau menegaskan bahwa dalam konstruksi pemikiran Imam Al-Ghazali, muroqobah merupakan manifestasi dari transformasi epistemologis yang berawal dari ilmu (al-‘ilm), berkembang menjadi keyakinan (al-yaqīn), kemudian melahirkan keadaan spiritual (al-ḥāl), dan pada akhirnya terejawantahkan dalam perilaku etis (al-‘amal). Dengan demikian, muroqobah tidak dapat direduksi sebagai sekadar pengetahuan teoretis mengenai sifat-sifat Allah, melainkan merupakan kesadaran eksistensial yang membentuk integritas moral dan kepribadian seorang mukmin. Dari maqam inilah lahir keikhlasan (al-ikhlāṣ), sikap wara’, istiqamah, kemampuan melakukan muḥāsabah, serta kematangan spiritual dalam menjalani kehidupan. Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa Imam Al-Ghazali menempatkan muroqobah sebagai salah satu prasyarat fundamental dalam mencapai maqam ihsan, yakni tingkatan tertinggi dalam keberagamaan sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Jibril. Ihsan bukan hanya menunjuk kepada kesempurnaan pelaksanaan ibadah secara formal, melainkan menggambarkan keadaan ketika syariat, hakikat, dan akhlak berintegrasi secara harmonis dalam kesadaran spiritual seorang hamba. Pada titik inilah seluruh aktivitas manusia, baik ibadah ritual maupun aktivitas sosial, berubah menjadi manifestasi penghambaan kepada Allah SWT karena dilandasi oleh ḥuḍūr al-qalb ma’a Allāh, yakni kehadiran hati yang senantiasa menyertai Allah dalam setiap keadaan. Mengulas konsep ma’rifatullah, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta tersebut menjelaskan bahwa para ulama tasawuf mendefinisikannya sebagai pengetahuan intuitif (al-ma’rifah al-dhawqiyyah) mengenai Allah SWT yang dianugerahkan kepada hati yang telah mengalami proses penyucian secara berkesinambungan. Ma’rifat berbeda secara mendasar dengan ilmu dalam pengertian konseptual (al-‘ilm al-naẓarī). Ilmu diperoleh melalui proses pembelajaran, argumentasi rasional, dan metodologi ilmiah, sedangkan ma’rifat merupakan iluminasi ruhani (isyraq) yang lahir sebagai buah dari mujahadah, riyadhah, zikir, tafakkur, penyucian jiwa, serta konsistensi dalam mengamalkan ilmu yang dimiliki. Beliau menambahkan bahwa menurut Imam Al-Ghazali, hati (al-qalb) merupakan pusat kesadaran spiritual sekaligus instrumen epistemologis dalam memperoleh ma’rifatullah. Ketika hati masih diselimuti penyakit-penyakit ruhani seperti riya’, ujub, hasad, takabur, hubb al-dunya, serta dominasi hawa nafsu, maka ia kehilangan kemampuan menerima pancaran cahaya ilahi (nūr al-hidāyah). Sebaliknya, melalui proses tazkiyat al-nafs, mujāhadat al-nafs, serta pembinaan akhlak secara terus-menerus, hati akan mencapai keadaan ṣafā’ al-qalb (kejernihan hati), sehingga layak menjadi media penerimaan limpahan cahaya ma’rifat yang dikaruniakan Allah SWT. Merujuk pada penjelasan Imam Murtadha Al-Zabidi dalam Ithaf al-Sadah al-Muttaqin, beliau menguraikan bahwa ma’rifatullah bukanlah capaian intelektual yang lahir semata-mata dari kecerdasan berpikir, melainkan hasil integrasi antara kedalaman ilmu syariat, kemurnian amal, penyempurnaan akhlak, dan karunia ilahi (al-wahb al-ilāhī). Oleh sebab itu, semakin tinggi tingkat ma’rifat seseorang kepada Allah SWT, semakin sempurna pula manifestasi ubudiyahnya melalui rasa takut (khauf), harapan (raja’), kecintaan (mahabbah), ketawakkalan (tawakkul), serta kerendahan hati (tawadhu’). Ma’rifat yang autentik tidak pernah menjauhkan seseorang dari syariat, justru semakin mengokohkan komitmennya terhadap ajaran Rasulullah SAW. Menutup kajiannya, Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam (PUSKOHIS) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta tersebut menegaskan bahwa hubungan antara muroqobah dan ma’rifatullah merupakan relasi yang bersifat integratif dan progresif. Muroqobah merupakan proses kontinuitas kesadaran teologis yang menghadirkan Allah SWT dalam seluruh dimensi kehidupan, sedangkan ma’rifatullah merupakan buah spiritual dari proses tersebut berupa semakin dalamnya pengenalan seorang hamba terhadap Rabb-nya. Dalam perspektif Imam Al-Ghazali, pendidikan spiritual tidak berhenti pada pembentukan kesalehan individual, tetapi harus melahirkan transformasi akhlak, integritas moral, serta tanggung jawab sosial yang berpijak pada keyakinan bahwa seluruh aktivitas manusia berada dalam pengawasan Allah SWT dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Melalui kajian yang telah berlangsung secara istiqamah selama delapan tahun ini, Dr. KH. AM Mustain Nasoha berharap masyarakat tidak hanya memahami Islam sebagai seperangkat norma fikih yang mengatur aspek lahiriah kehidupan, tetapi juga mampu menghidupkan dimensi ihsan sebagai ruh dari seluruh amal ibadah. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada tataran intelektual, melainkan bertransformasi menjadi kesadaran spiritual yang melahirkan akhlak mulia, kejernihan hati, serta kedekatan yang semakin mendalam kepada Allah SWT. Kajian ini sekaligus menjadi ikhtiar menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam klasik (turats) yang diwariskan para ulama muktabar agar tetap relevan dalam menjawab kebutuhan spiritual masyarakat modern.

Dr. KH. AM Mustain Nasoha di Masjid Agung Surakarta Bedah Konsep Muroqobah dan Ma’rifatullah Read More »

Pengumuman Penting

📢 INFO PENTING! PENDAFTARAN SANTRI BARU TELAH DIBUKA ✨ Kesempatan Istimewa untuk Ayah & Bunda! Saatnya memberikan pendidikan terbaik yang memadukan akhlak, ilmu agama, sains, dan teknologi dalam satu lingkungan yang islami, nyaman, dan penuh keteladanan. 🏫 Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta membuka Pendaftaran Santri Baru Program Pesantren & Reguler SMP & SMA Sains. 🎁 SPESIAL GELOMBANG ISTIMEWA ✅ FREE Biaya Pengembangan 100% ⚠️ KUOTA TERBATAS 📅 Periode Pendaftaran Agustus – November 2026 Mengapa memilih Daarul Qur’an Surakarta? 🌿 Pembinaan akhlak Islami setiap hari📖 Program Tahfizh Al-Qur’an yang terarah🧪 Kurikulum SMP & SMA Sains berkualitas💻 Pembelajaran IT & Teknologi Modern🕌 Lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan kondusif👨‍🏫 Dibimbing oleh guru yang kompeten dan berpengalaman 💚 Jangan menunggu hingga kuota penuh. Berikan investasi terbaik untuk masa depan dunia dan akhirat putra-putri Anda. 📲 Informasi & Pendaftaran 🌐 www.pesantrentahfizhdqs.id 📞 WhatsApp: 0811 2803 030 Silakan hubungi admin untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut. Semoga Allah memudahkan langkah Ayah & Bunda dalam memilih pendidikan terbaik bagi buah hati. 🤲 #Hashtag #PPDB2027 #PesantrenTahfizh #DaarulQuranSurakarta #PesantrenSurakarta #PesantrenSolo #TahfizhQuran #SMPSains #SMASains #SekolahIslam #SekolahIslamTerpadu #PendidikanIslam #SantriHebat #GenerasiQuran #TahfizhIndonesia #InfoPPDB #PesantrenModern #Surakarta #Solo #Karanganyar #Sukoharjo #Wonogiri #Klaten #Boyolali #JawaTengah

Pengumuman Penting Read More »

Santri Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Abidah Dzamar Isytia Kelas VIII SMP Pesantren Tahfizh Qur’an Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Santri Khatam 30 Juz Read More »

Santri Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Ashifa Fatima Azzahra Kelas IX SMP Pesantren Tahfizh Qur’an Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Santri Khatam 30 Juz Read More »

Santri Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Khonsa Nabila Diwananda Kelas IX SMP Pesantren Tahfizh Qur’an Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Santri Khatam 30 Juz Read More »

Shanti Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Rafli Kurniawan Saputra Kelas XI SMA Sains Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Shanti Khatam 30 Juz Read More »

Santri Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Ahmad Ukasyah Syahrul Kelas IX SMP Pesantren Tahfizh Qur’an Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Santri Khatam 30 Juz Read More »

Khatam 30 Juz

Alhamdulillah, Tabarakallah 🎉 Selamat kepada Ananda Nazifa Alya Dzakira Wibowo Kelas IX SMP Pesantren Tahfizhul Qur’an Daarul Qur’an Surakarta telah mengkhatamkan 30 Juz. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hafalan yang telah dituntaskan, menetapkan hati dalam menjaganya, dan menjadikannya cahaya penerang hidup hingga akhir hayat. 🌿 “Barang siapa memuliakan Al-Qur’an, niscaya Allah akan memuliakan hidupnya.” _________ Informasi PSB lebih lanjut: 📞 Informasi : 0811 2803 030 📍 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Surakarta #dqs #pesantrentahfizh #khatam30juz #santripenghafalalquran #generasiqurani Share, Like and Follow Official Media DQS 👇🏻 📍 Instagram https://www.instagram.com/dqsofficial/ 📍TikTok @dqs.official 📍Facebook https://www.facebook.com/daarulquransurakarta 📍Youtube https://www.youtube.com/@dqstv

Khatam 30 Juz Read More »